Sucor Asset Management percaya bahwa pertumbuhan bukan hanya sekadar angka. Selama lebih dari dua dekade, kami bertumbuh bersama para investor melalui kerjasama untuk memberdayakan literasi keuangan dengan strategi investasi teliti dan mumpuni.
Pertumbuhan AUM selama 5 Tahun*
Pertumbuhan SID selama 5 Tahun*
*) Dari Desember 2019 - Desember 2024
Sucor tumbuh beriringan dengan pasar modal Indonesia, dan pelambatan yang terjadi pada periode 1977 hingga 1987 menjadi titik awal yang memantik pendiriannya. Baru pada awal tahun 1987, ketika pemerintah melakukan deregulasi pasar modal dan membuka izin bagi investor asing untuk berinvestasi di Indonesia pada tahun 1989 terjadi peremajaan dengan 37 perusahaan yang melantai di Bursa Efek Jakarta. Pada tahun yang sama, Lindrawati Widjojo mendirikan Sucor Sekuritas dari rumahnya di Surabaya.
Perjalanan Sucor berlanjut pada 1995, ketika pemerintah memperkenalkan Sistem Perdagangan Otomatis. Dengan semangat baru, Sucor memutuskan untuk melakukan seluruh operasi bisnisnya dari ibu kota dan bergabung dengan Bursa Efek Jakarta pada 1996.
Setahun berselang, Gani Asset Management hadir sebagai anak perusahaan Sucor Sekuritas. Seiring dengan melonjaknya permintaan akan manajemen aset, saat itu Gani Asset Management berganti nama menjadi Sucorinvest Asset Management.
Pada 2018 Sucorinvest Asset Management melakukan Spin-Off dari perusahaan induk sebelumnya PT Sucor Sekuritas. Proses Spin-Off ini merubah struktur Sucorinvest Asset Management menjadi sister company PT Sucor Sekuritas dan menunjukkan bahwa Sucorinvest Asset Management menjadi lebih mandiri dan independen terutama dari sisi pengelolaan investasi dan pemasaran, untuk melanjutkan perjalanannya menjadi pemeran kunci di pasar modal Indonesia.
Sucor Group lahir di Kota Pahlawan dengan membawa semangat juang yang tecermin dalam nama yang dibawa, Surabaya Corporation. Sebagai perusahaan sekuritas, Sucor memiliki spesialisasi di bidang pialang saham dan keuangan serta investasi perbankan
Seiring berjalannya waktu, Sucor Group menawarkan layanan pengelolaan aset. Pada tahun yang sama, Sucor memindahkan operasi bisnisnya ke ibu kota untuk bergabung dengan Bursa Efek Jakarta dan mendirikan anak perusahaannya, Gani Asset Management yang mendapat lisensi usahanya dua tahun berselang.
Seiring dengan berkembangnya bisnis manajemen aset, Gani Asset Management bertransformasi menjadi Sucorinvest Asset Management.
Sucorinvest Asset Management melakukan Spin-Off dari perusahaan induk sebelumnya PT Sucor Sekuritas. Proses Spin-Off ini merubah struktur Sucorinvest Asset Management menjadi sister company PT Sucor Sekuritas dan menunjukkan bahwa Sucorinvest Asset Management menjadi lebih mandiri dan independent terutama dari sisi pengelolaan investasi dan pemasaran.
Meski dibayangi ketidakpastian akibat munculnya pandemi COVID-19, Sucor Asset Management berhasil memasarkan berbagai produk reksa dananya dan mencapai dana kelolaan tertinggi senilai Rp40,34 triliun sepanjang tahun 2022.
Sucor Asset Management terpilih sebagai Best Asset Management Indonesia dan Asia Tenggara oleh Global Banking & Finance Review selama empat tahun berturut-turut, Sucor Asset Management juga menjadi manajer investasi dengan distribusi terbanyak di ekosistem fintech yang berkembang pesat, dengan lebih dari 750.000 SID.
Kejujuran membangun kepercayaan. Kami menjunjung tinggi transparansi untuk menghormati dan memberikan rasa nyaman bagi seluruh nasabah.
Tanggung jawab terhadap kepentingan nasabah adalah prioritas utama, apa pun bentuk pekerjaan yang kami lakukan.
Menjadi yang terbaik bukan pekerjaan satu hari. Melalui komunikasi yang efektif, gagasan yang solutif, dan etos kerja yang adaptif, kami menumbuhkan rasa keingintahuan tinggi untuk terus berkembang, hari demi hari.
Jemmy Paul Wawointana memulai perjalanannya di Sucor Asset Management pada 2011 setelah berpengalaman memimpin tim riset di Lautandhana dan Waterfront Securities. Dengan sertifikasi Wakil Perantara Pedagang Efek dan Wakil Manajer Investasi dari OJK, beliau mengawali kariernya sebagai Fund Manager sebelum dipercaya menjadi Direktur pada 2014 dan kemudian menjabat sebagai CEO sejak 2018.
Di bawah visi dan kepemimpinannya, Sucor Asset Management berkembang pesat dan meraih berbagai penghargaan, termasuk Top Fund Manager 2020 dari Majalah Investor.
Yenny Siahaan bergabung sebagai Direktur Sucor Asset Management pada 2015 setelah berkarir lebih dari 11 tahun sebagai Specialist Portfolio Services and Legal Executive di Schroders Investment Management Indonesia. Beliau juga pernah menjabat sebagai Head of Risk and Compliance, Indonesia di First State Investments Indonesia.
Dengan gelar hukum dari Universitas Indonesia dan pengalaman kerja lebih dari dua dekade, Yenny memiliki sertifikasi Wakil Manajer Investasi dari OJK dan merupakan anggota aktif Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI).
Fajrin Hermansyah memiliki pengalaman 18 tahun di industri pasar modal. Ia adalah salah satu anggota pendiri dan Direktur Bareksa.com , platform agen penjualan reksa dana terkemuka di Indonesia. Fajrin telah aktif terlibat dalam beberapa organisasi pasar modal, termasuk menjabat sebagai ketua PAPERDO, anggota presidium APRDI, dan kepala pasar modal di AFTECH. Fajrin telah memimpin transformasi digital dan bisnis Wealth Management di Mirae Asset Sekuritas Indonesia serta berperan penting dalam transformasi digital di Maybank Sekuritas Indonesia. Dengan pengalamannya yang luas, Fajrin akan berperan penting dalam mendorong inovasi berkelanjutan di Sucor Asset Management.
Mengawali perannya sebagai Analis Keuangan hingga
strategis di PT Elnusa Tbk, Dimas telah berpengalaman mengembangkan tim
Investasi dari awal kiprahnya di Sucor Asset Management sejak tahun 2017. Ia
kini membawa beragam pengalaman sebagai Direktur Investasi di Sucor Asset
Management.
Dibekali gelar MSc dalam Kebijakan Publik dari University of
Bristol pada tahun 2016 sebagai salah satu penerima beasiswa LPDP Pemerintah RI
dan gelar sarjana dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada tahun 2014,
Dimas mengintegrasikan kecakapan analisis dengan pandangan strategis untuk terus
mengolah berbagai tantangan investasi menjadi kesempatan yang baik kedepannya.
Upik Susiyawati menjabat sebagai Direktur yang membawahi Sales & Marketing di Sucor Asset Management. Beliau memiliki pengalaman lebih dari dua dekade di industri keuangan, khususnya di bidang treasury, pasar modal, dan manajemen investasi. Sebelum bergabung dengan Sucor Asset Management, Upik pernah menjabat sebagai Direktur Sales & Marketing di PT BRI Manajemen Investasi, serta memegang berbagai posisi strategis di institusi keuangan seperti PT Danareksa (Persero), PT Bank Permata Tbk, PT BII Maybank Tbk, dan PT Bank UOB Indonesia.
Lulusan S1 Manajemen dari STIE IEU Yogyakarta ini juga memegang Sertifikasi Wakil Manajer Investasi dari OJK. Dengan kombinasi pengalaman luas dan kepemimpinan yang visioner, Upik berperan penting dalam memperkuat strategi pemasaran dan memperluas jangkauan investor Sucor Asset Management di seluruh Indonesia.
Theodorus Wiryawan lulus dengan gelar Administrasi Bisnis dari Universitas Atmajaya pada tahun 1989. Dengan 25 tahun pengalaman di industri perbankan dan konsultasi, ia memiliki keahlian di bidang bisnis dan pemasaran.
Dengan pengalaman memegang posisi senior di berbagai perusahaan, termasuk sebagai Direktur Pemasaran Asuransi Cigna, pendiri serta CEO iLead Indonesia, Direktur Komunikasi Pemasaran dan Pengembangan Bisnis Citibank Indonesia, dan Kepala Cabang serta Wakil Kepala Divisi Bank Central Asia, sekaligus pendiri dan CEO dari WYR Solution, saat ini ia juga sedang menjabat sebagai CEO di INA Consulting.
Rusli Sutanto bergabung sebagai Komisaris Independen Sucor Asset Management sejak 2021. Dengan gelar Sarjana Sains dari University of Alabama, Amerika Serikat, ia banyak telah mencatatkan berbagai prestasi gemilang di dunia perbankan ritel, khususnya di sektor Penjualan dan Distribusi, sebelum bergabung dengan Sucor Asset Management.
Dengan lebih dari 22 tahun pengalaman di bidang perbankan dan FMCG, Rusli Sutanto adalah memiliki peran penting sebagai Komisaris Independen berbekal segudang pengalaman dalam merumuskan strategi penjualan dan memberi arahan strategis di perusahaan terkenal seperti Citibank, HSBC Indonesia, Bank Danamon, dan Rabobank International.
Else Fernanda, S.E., M.Sc., memperoleh gelar Sarjana Ekonomi Akuntansi dari Universitas Indonesia (1997) dan MSc in Finance dari University of Strathclyde (2003). Memulai karir sebagai Research Analyst di PT Astra International Tbk di tahun 1997 -1998. Pengalaman kerja sebagai praktisi bidang investasi dan pasar modal adalah sebagai Investment Manager di Bahana Artha Ventura (1998-2002), Batasa Tazkia (2004) dan PT Asuransi Takaful Keluarga (2005-2006).
Fernanda memiliki izin Wakil Manajer Investasi (WMI) sejak tahun 2001 dan izin Ahli Syariah Pasar Modal (ASPM) sejak tahun 2016. Izin ASPM sebagaimana termaktub dalam Keputusan Dewan Komisioner OJK No. KEP-02/D.04/ASPM-P/2016 tanggal 14 Maret 2016 yang telah diperpanjang berdasarkan Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Nomor: KEP-03/PM.223/PJ-ASPM/2021 tanggal 12 Maret 2021. Beliau juga merupakan pemegang sertifikasi Certified Financial Planner (CFP®) dan Certified Human Resouce Professional (CHRP).